UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocapus altilis) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT

Deni Firmansyah, Adelisa Mulyani, Delia Dwitiyani

Abstract


Daun sukun memiliki khasiat analgetik karena diketahui memiliki kandungan flavonoid yang dapat bekerja sebagai analgetik dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anaklegtik dari ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan yang telah diinduksi oleh asam asetat sebagai perangsang nyeri. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun sukun dibuat dengan metode maserasi sampai didapatkan ekstrak kental dengan rendemen 18,3%. Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan sebantak 15 ekor dengan bobot 20 g ± 10%, yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing kelompok 5 ekor, yaitu : kelompok I kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok II kontrol positif (metampiron) dan kelompok III dan IV perlakuan ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Sebagai perangsang nyeri di induksikan asam asetat 5%. Paramater yang diamati yaitu jumlah rata-rata geliat mencit tiap 10 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kontrol positif, ekstrak etanol 100 mg/KgBB dan 200 mg/Kg BB dengan kontrol negatif (p0,05). Prosentase daya analgetik metampiron (70,42%) lebih besar dibandingkan prosentase daya analgetik ekstrak etanol dosis 100 mg/KgBB (62,62%) dan dosis 200 mg/KgBB (64,59%). Kesimpulannya ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB memilik efek analgetik tetapi prosentase daya analgetiknya masih lebih rendah dari metampiron.

Keywords


daun sukun, analgetik, metampiron, geliat mencit



DOI: http://dx.doi.org/10.1234/ms.v4i1.83